Album Busuk yang Ngebut dan Menggerinda

Terlahir dari rahim scene DCHP (Depok City Hardcore Punk) pada tahun 2005 dan mulai aktif bergerilya pada 2009, Busuk tercatat sebagai salah satu band grindcore dengan ruh punk yang memiliki diskografi panjang, terutama rilisan kompilasi dan split album dengan sesama band lokal maupun internasional.

Kuartet pengusung grind/crust ini terdiri dari Tyan (gitar), Adul (vokal), Fakih (bass), Epic (dram) akhirnya berhasil bangkit dari masa hibernasi selama enam tahun dengan memuntahkan album Worshipper yang dirillis olehh Lawless Records dan didistribusikan luas oleh demajors.

Album ini melesatkan serangan aksi teror sarat ketukan drum D-beat dan blastbeat berbalut raungan galak riff dengan sound abrasif hasil olahan efek distorsi yang sederhana namun catchy. Lagu-lagu dalam album ini konon terinspirasi dari kondisi sosial masyarakat luas yang secara langsung bisa dirasakan.

“Dari isi semua lagu yang ada di dalam album Worshipper bercerita tentang ‘mereka’ atau siapa pun yang memuja atau mengagumi sosok dalam satu orang yang mewakili golongannya sampai berlebih,” kata Adul Busuk kepada jpnn.com.

Busuk menyuguhkan 13 lagu di album Worshipper. Terdiri dari 10 lagu rekaman multi-track, ditambah 3 materi yang direkam secara live. “Proses produksi berlangsung satu tahun,” ujar Adul menambahkan.

Melalui Worshipper, Busuk seperti berusaha menghembuskan nuansa horor yang akrab terjadi di sekitar kita. Kuartet ini telah menunjukkan format musik grindcore beratmosfer gelap yang dieksekusi secara all-out-war sebagaimana mestinya.

Album ini bisa didapatkan melalui situs demajors.com, demajors App, maupun di seluruh jaringan (at)demajors.

About Demajors News

Editorial Board at Demajors News Room.

View all posts by Demajors News →