Sang Pemangsa dari Tanah Andalas

Bercermin dari negeri yang mengalami kemerosotan ekologi akibat pembakaran hutan menghasilkan bencana asap. Lengkap dengan korupsi di berbagai bidang, menambah deretan praktek korupsi warisan Orde Baru. Hal itulah yang menginspirasi awal kemunculan nama Koruporba sebagai nama band rock, dicetuskan oleh sekumpulan pemuda yang berambisi mewujudkan musik sebagai media perlawanan.

Konon Koruporba terbentuk dari tahun 2011 berawal dari ngobrol via jejaring sosial para pemuda pemuja musik keras kemudian berlanjut kopi darat, bertemu dan berniat ngeband dengan tekad kuat. Mereka lalu masuk studio dan jamming memainkan musik rock yang diidam-idamkan.

Pemuda itu adalah Ansorudin (gitar) dan Alfan Suri (vokal) sebagai pendiri awal Koruporba, yang kemudian mengajak Tyok (drum). Di sela-sela kesibukannya, mereka berkumpul memainkan nada-nada yang mengalir deras tanpa batas, ritma rock tempo dulu hingga beat kekinian dengan diramu lirik-lirik perlawanan yang ditangkap dari fenomena sosial masyarakat. Semua itu diracik dengan pola hard rock serta kombinasi heavy metal, southern rock, dan grunge yang mengarah pada band-band idola di era ’90-an.

Awalnya mereka selama beberapa bulan latihan tanpa menggunakan bassist player. Baru di penghujung tahun 2011, dengan modal beberapa materi lagu, Koruporba memulai proses rekaman. Lagu “Sikap Liar” merupakan lagu pertama yang direkam di Rizon Studio dengan lokasi berada cukup jauh dari pusat kota. Kemudian karena mempertimbangkan jarak Rizon Studio dengan kota Pekanbaru, lagu “Penjahat Perang” dan “Menuju Laga” direkam di Mansion Pro, Pekanbaru.

Proses rekaman lagu “Penjahat Perang” ke “Menuju Laga” memakan waktu cukup lama, hal ini disebabkan kendala teknis di internal studio rekaman itu, yang mengakibatkan data recording “Penjahat Perang” menjadi hilang. Terpaksa dilakukan take ulang yang cukup memakan waktu.

Pada bulan Maret 2012, Koruporba memutuskan untuk kembali jamming di studio mempersiapkan materi selanjutnya untuk rekaman. Sebelumnya sempat sepakat untuk merilis mini album saja, namun karena mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan tidak jauh berbeda, maka pilihannya segera mempersiapkan album penuh.

Tepat pada bulan April 2012, Gionovan Ayesha alias Ogik masuk mengisi posisi bass. Selang beberapa hari kemudian Koruporba langsung rekaman lagu “Agresi” di Rizon Studio. Semua prosesnya dimulai dengan jamming di studio. Bila rampung satu lagu kemudian direkam dan komposisinya dieksplor ulang dan diolah kembali di sana. Begitu saja terus hingga total sembilan lagu terkumpul selama kurun waktu 2011-2013.

Di sela-sela itu ada perubahan formasi. Pada akhir tahun 2012, drummer Tyok Anugerah cabut dan posisinya digantikan oleh Rafeal Averian. Proses rekaman jalan terus.

“Proses rekaman seperti ini memang memakan waktu lama karena keterbatasan finansial, dan diperlukan dana gotong-royong untuk menutupi biaya recording, mixing, mastering, artwork hingga duplikasi,” menurut penjelasan Koruporba.

Debut album Koruporba diberi tajuk Pemangsa yang merupakan esensi gambaran umum kondisi lingkungan, sosial politik masyarakat yang dikritik secara lugas oleh mereka. Diawali dengan “Bicara Lantang Tak Peduli Setan“ yang memperkenalkan wujud pemuda nakal berjiwa merdeka,  dengan aroma grunge dan biusan sludge serta letupan keliaran Koruporba. “Penjahat Perang” bernuansa beringas ala thrash metal ’80-an yang mengumbar peringatan untuk para penguasa yang korup dan suka menikam rakyat.

”Agresi” terinspirasi dari semangat dan idealisme pantang menyerah gigs kolektif teman-teman di scene musik bawahtanah. Lagu ini dipacu dengan deru metal. Lagu “Pemangsa” jadi cerminan bahwa negeri ini sedang dipecah-belah dan saling memangsa yang dikendalikan sekumpulan orang rakus kepentingan bermodalkan isu SARA. Ada riff heavy metal berawal down tempo yang melaju naik, lantas meneriakkan semua kegelisahan.

Ritma Koruporba melaju tenang dan tetap berat pada “Nyalakan Berani” yang memukul balik kriminalitas geng motor dalam menyebar teror. Nuansa riff HC/punk pada “Monster Berkuda” meluapkan kegembiraan ketika dirundung masalah maka mari menonton film saja, sebuah ajakan ringan yang menyenangkan.

Kemerosotan ekologi dan kerusakan alam selalu menjadi perhatian Koruporba lewat “Angel of Death”, satu-satunya lagu berlirik Inggris di album mereka. Lagu berdurasi lama dengan pengaruh kuat sludge dan doom ini menyuarakan dengan gamblang bahwa suatu hari alam akan menuntut balas bagai malaikat kematian terhadap umat manusia yang serakah.

“Menuju Laga” lahir di bulan Mei yang selalu diperingati sebagai Hari Buruh. Lagu ini berisi curhatan pribadi seorang buruh dengan upah kecil yang kadang tak mampu menafkahi kebutuhan hidupnya. “Sikap Liar” menjadi mukadimah terakhir, lagu ini begitu keras menyenandungkan idealisme anak muda, soal pilihan dan sikap.

“Ya, Koruporba itu rock tanpa tolak ukur! Di mana semua musik rock hingga metal yang bisa kalian klasifikasikan sesuka kalian disederhanakan dalam musik kami. Mari mainkan rock hingga klimas. Rock itu kalian, dan Koruporba adalah rock!”, ujar vokalis Van tentang album Pemangsa.

Koruporba sempat melepas single “Sikap Liar” (2011) dan “Penjahat Perang”(2012) versi demo  melalui media sosial. Untuk memperkenalkan Koruporba kepada khalayak, mereka pernah merilis EP edisi terbatas dalam format kaset dan CD dengan lima sampul berbeda yang berisikan tiga lagu: “Sikap Liar”, “Penjahat Perang”, dan “Nyalakan Berani”.

Untuk melengkapi debut album Pemangsa, pengerjaan artwork sampulnya diserahkan kepada Riandy Karuniawan yang karyanya pernah mengisi artwork Komunal, Siksa Kubur, Suri hingga Homicide. Berwujud behemoth, hewan pemangsa dilukiskan lugas sebagai simbolisasi keserakahan umat manusia. Begitu kering dan panas mencekam.

Keseluruhan materi lagu setelah di-mixing di Rizon Studio kemudian di-mastering di Blessing Studio (Jakarta) oleh Joseph Manurung. CD album Pemangsa didistribusikan oleh demajors sejak tahun 2015. 

Album ini bisa didapatkan melalui situs demajors.com, demajors App, maupun di seluruh jaringan (at)demajors.

About Demajors News

Editorial Board at Demajors News Room.

View all posts by Demajors News →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *